Selasa, 18 November 2014

Bahaya Meninggalkan Sholat







Ketika Malaikat Jibril turun dan berjumpa dengan Rasulullah SAW, ia berkata, “Wahai Muhammad, Allah tidak akan menerima puasa, zakat, haji, sedekah, dan amal saleh seseorang yang meninggalkan sholat. Ia dilaknat di dalam Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Quran. Demi Allah, yang telah mengutusmu sebagai nabi pembawa kebenaran, sesungguhnya orang yang meninggalkan sholat, setiap hari mendapat 1.000 laknat dan murka. Para malaikat melaknatnya dari langit pertama hingga ketujuh.

Orang yang meninggalkan sholat tidak memperoleh minuman dari telaga surga, tidak mendapat syafaatmu, dan tidak termasuk dalam umatmu. Ia tidak berhak dijenguk ketika sakit, diantarkan jenazahnya, diberi salam, diajak makan dan minum. Ia juga tidak berhak memperoleh rahmat Allah.Tempatnya kelak di dasar neraka bersama orang-orang munafik, siksanya akan dilipatgandakan, dan di hari kiamat ketika dipanggil untuk diadili akan datang dengan tangan terikat di lehernya. Para malaikat memukulinya, pintu neraka jahanam akandibukakan baginya, dan ia melesat bagai anak panah ke dalamnya, terjun dengan kepala terlebih dulu, menukik ke tempat Qorun dan Haman di dasar neraka.

Ketika ia menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, makanan itu berkata, ‘Wahai musuh Allah, semoga Allah melaknatmu, kamu memakan rezeki Allah namun tidak menunaikan kewajiban-kewajiban dari-Nya.’ Ketahuilah, sesungguhnya bencana yang paling dahsyat, perbuatan yang paling buruk, dan aib yang paling nista adalah kurangnya perhatian terhadap sholat lima waktu, sholat Jumat, dan sholat berjemaah. Padahal, semua itu ibadah-ibadah yang oleh Allah SWT ditinggikan derajatnya, dan dihapuskan dosa-dosa maksiat bagi siapa saja yang menjalankannya.

Orang yang meninggalkan sholat karena urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya. Ia dibenci Allah, dan akan mati dalam keadaan tidak Islam, tinggal di neraka Jahim atau kembali ke neraka Hawiyah.”

Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa meninggalkan sholat hingga terlewat waktunya, lalu mengadanya, ia akan disiksa di neraka selama satu huqub (80 tahun). Sedangkan ukuran satu hari di akhirat adalah 1.000 tahun di dunia.” Demikian tertulis dalam kitab Majalisul Akbar.

Sementara dalam kitab Qurratul Uyun, Abu Laits Samarqandi menulis sebuah hadis, “Barang siapa meninggalkan sholat fardu dengan sengaja walaupun satu sholat, namanya akan tertulis di pintu neraka yang ia masuki.” Ibnu Abbas berkata, ”Suatu ketika Rasulullah SAW bersabda, ‘Katakanlah, ya Allah, janganlah salah seorang dari kami menjadi orang-orang yang sengsara.’ Kemudian Rasulullah SAW bertanya, ‘Tahukah kamu siapakah mereka itu?’ Para sahabat menjawab, ‘Mereka adalah orang yang meninggalkan sholat. Dalam Islam mereka tidak akan mendapat bagian apa pun’.

Barang siapa melalaikan sholat, Allah SWT akan menyiksanya dengan 15 siksaan. Enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika meninggal, tiga siksaan di alam kubur, tiga siksaan saat bertemu dengan Allah SWT.

DOSA MENINGGALKAN SHALAT

  1. Shalat Shubuh : Satu kali meninggalkan akan dimasukkan ke dalam neraka selama 30 tahun yang sama dengan 60.000 tahun di dunia. 
  2. Shalat Dzuhur : Satu kali meninggalkan dosanya sama dengan membunuh 1.000 orang umat Islam. 
  3.  Shalat ‘Ashar : Satu kali meninggalkan dosanya sama dengan menutup / meruntuhkan Ka’bah. 
  4. Shalat Maghrib : Satu kali meninggalkan dosanya sama dengan berzina dengan orang tua. 
  5.  Shalat Isya’ : Satu kali meninggalkan tidak akan di ridhoi oleh Allah SWT tinggal di bumi atau di bawah langit serta makan dan minum dari nikmat-Nya.

BALASAN MENINGGALKAN SHOLAT 5 WAKTU KETIKA DI DUNIA

1. Allah SWT mengurangi keberkahan umurnya.
2. Allah SWT akan mempersulit rezekinya.
3. Allah SWT akan menghilangkan tanda/cahaya shaleh dari raut wajahnya.
4. Orang yang meninggalkan Shalat tidak mempunyai tempat di dalam islam.
5. Amal kebaikan yang pernah dilakukannya tidak mendapatkan pahala dari Allah SWT.
6. Allah tidak akan mengabulkan doanya.

SIKSA MENINGGALKAN SHOLAT 5 WAKTU KETIKA SAKRATUL MAUT
1. Orang yang meninggalkan shalat akan menghadapi sakratul maut dalam keadaan hina.
2. Meninggal dalam keadaan yang sangat lapar.
3. Meninggal dalam keadaan yang sangat haus.

SIKSA MENINGGALKAN SHOLAT 5 WAKTU DI ALAM KUBUR
1. Allah SWT akan menyempitkan kuburannya sesempit-sempitnya.
2. Orang yang meninggalkan Shalat kuburannya akan sangat gelap.
3. Disiksa sampai hari kiamat tiba.

SIKSA MENINGGALKAN SHOLAT 5 WAKTU KETIKA BERTEMU ALLAH
1. Orang yang meninggalkan Shalat di hari kiamat akan dibelenggu oleh Malaikat.
2. Allah SWT tidak akan memandangnya dengan kasih sayang.
3. Allah SWT tidak akan mengampunkan dosa-dosanya dan akan di azab sangat pedih di Neraka.








Sumber:

http://kaeshafiz.wordpress.com/wajib/tata-cara-shalat/ancaman-meninggalkan-shalat/



 



Model Pengambilan Keputusan




   1. Apa yang dimaksud dengan model pengambilan keputusan?
Jawab : Percontohan yang mengandung unsur bersifat sederhana untuk dapat ditiru (jika perlu).

   2. Apa pentingnya model terhadap pengambilan keputusan? Jelaskan!
Jawab :
-        Untuk mengetahui apakah hubungan yang bersifat tunggal dari unsur-unsur itu ada relevansinya terhadap masalah yang akan dipecahkan/diselesaikan.
-        Untuk memperjelas secara eksplisit mengenai hubungan signifikan diantara unsur-unsur itu.
-        Untuk merumuskan hipotesis mengenai hakekat hubungan-hubungan antar variabel.
-        Untuk memberikan pengelolaan terhadap pengambilan keputusan.

   3. Sebut dan jelaskan beberapa model pengambilan keputusan yang dikemukakan oleh :
a.       Quade
Jawab : Menurut Quade, model pengambilan keputusan dibagi menjadi 2 tipe, yaitu model kuantitatif dan model kualitatif.
b.      Robert D. Spech
Jawab : Menurut Robert D. Spech model pengambilan keputusan dibagi menjadi 5 kategori, yaitu model matematika, model simulasi komputer, model permainan operasional, model verbal, dan model fisik.
c.       Gullet dan Hicks
Jawab : Menurut Gullet dan Hicks mengklasifikasi beberapa model, yaitu model probabilitas, konsep nilai-nilai harapan, model matriks, model pohon keputusan, model kurva indeferen, dan model simulasi komputer.

Proses Pengambilan Keputusan




   1. Apa yang dimaksud dengan proses pengambilan keputusan?
Jawab : Tahap-tahap yang harus dilalui atau digunakan dan menjadi kerangka dasar, sehingga setiap tahap dapat dikembangkan lagi menjadi beberapa sub-tahap, disebut langkah khusus/spesifik dan lebih operasional dalam membuat pengambilan keputusan.

   2. Umumnya proses pengambilan keputusan terdiri dari 3 tahap, sebutkan dan jelaskan tahap-tahap pengambilan keputusan!
Jawab :
a.       Penemuan masalah
Tahap dimana masalah harus didefinisikan, sehingga perbedaan antara masalah dan bukan masalah (misalnya isu) menjadi jelas.
b.      Pemecahan masalah
Tahap ini merupakan tahap dimana masalah sudah ada atau sudah jelas, kemudian diselesaikan melalui langkah-langkah berikut.
-        Identifikasi alternative keputusan untuk memecahkan masalah
-        Perhitungan faktor-faktor yang tidak diketahui sebelumnya, atau diluar jangkauan manusia, identifikasi peristiwa-peristiwa di masa datang (state of nature).
-        Pembuatan alat (sarana) untuk mengevaluasi/mengukur hasil biasanya berbentuk tabel hasil (pay off table).
-        Pemilihan dan pengggunaan model pengambilan keputusan
c.      Pengambilan keputusan
Keputusan yang diambil adalah berdasarkan pada keadaan lingkungan atau kondisi yang ada, seperti kondisi pasti, kondisi beresiko, kondisi tidak pasti, dan kondisi konflik.

   3. Sebut dan jelaskan mengenai proses pengambilan keputusan yang dikemukakan oleh :
a.       Herbert A. Simon
Jawab :
Proses pengambilan keputusan memiliki 3 fase, yaitu :
-        Fase intelegensia, merupakan informasi untuk keadaan yang memungkinkan dalam rangka pengambilan keputusan.
-        Fase desain, merupakan kegiatan perencanaan dalam pengambilan keputusan yang terdiri dari: identifikasi masalah dan formulasi masalah.
-        Fase pemilihan, ini merupakan fase seleksi alternatif atau tindakan
b.      Richard I. Levin
Jawab :
Proses pengambilan keputusan terdiri dari 6 tahap, yaitu :
-          Observasi
-          Analisis dan pengembangan masalah
-          Pengembangan model
-          Memilih data masukan yang sesuai
-          Perumusan dan pengesahan yang dapat dipertanggungjawabkan
-          Penerapan masalah
c.       Sir Francis Bacon
Jawab :
Proses pengambilan keputusan terdiri dari 6 tahap, yaitu :
-          Merumuskan/mendefinisikan masalah
-          Pengumpulan informasi relevan
-          Mencari alternatif tindakan
-          Analisis alternatif
-          Memilih alternatif terbaik
-          Melaksanakan putusan dan evaluasi hasil
d.      Prof. Dr. Mr. Prayudi Atmosudibyo
Jawab :
Proses pengambilan keputusan melalui tahap-tahap sebagai berikut :
-         Seseorang mula-mula harus menyadari dan menempatkan diri sebagai pemimpin dalam organisasi, bisa bertanggungjawab sebagai pemimpin serta harus memutuskan sesuatu jika dalam organisasi tersebut timbul suatu masalah.
-        Masalah yang dihadapi terlebih dulu harus ditelaah mengingat masalah itu punya macam-macam sifat, bentuk, dan kompleksitasnya.
-        Menganalisis dan mempengaruhi organisasi juga masalahnya.
-        Menelaah keputusan lalu dipilih salah satu diantara alternatif-alternatif tersebut yang dianggap paling tepat.
-        Setelah keputusan diambil, lalu dilaksanakan. Keberhasilan pelaksaan keputusan itu akan saling terpengaruh dari jiwa kepemimpinan dan manajemen dari pimpinan yang bersangkutan.